Aku, Kamu, Kita dan Teknologi

Hari ini penulis amatir ini ingin membahas tentang teknologi sedikit ni, di tengah cuaca yang hujan di bulan ini yang membuat penulis kegabutan harus hinggap dikamar seharian. alhasil muncullah ide penulisan ini. semoga ada yang bisa di dapat dan ada yang bisa kita bahas melalui hal-hal yang kita temui di keseharian…

sesuai judul manusia ya manusia, secanggih apa kecanggihan itu mampu mengalahkan perannya?

Teknologi dipandang sebagai kemajuan ilmu pengetahuan, inovasi-inovasi berkembang dan terus hadir untuk melengkapi kehidupan manusia. Manusia menggunakan teknologi karena memiliki akal. Dengan akalnya manusia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, ingin lebih aman, dan sebagainya. munculnya teknologi karena seseorang mengunakan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.

Teknologi saat ini dipandang sebagai prestise dan indikator kemajuan suatu negara dalam era globalisasi ini. Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan dan membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat-perangkat mesin otomatis. Di sisi lain, manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia modern. Kemajuan teknologi, yang semula untuk memudahkan manusia, ketika urusan itu semakin mudah, maka mun-cul “kesepian” dan keterasingan baru, yakni lunturnya rasa solidaritas, kebersamaan, dan silaturrahmi. Teknologi layar mampu membius manusia untuk tunduk pada layar dan mengabaikan yang lain. Jika manusia tidak sadar akan hal ini, maka dia akan kesepian dan kehilangan sesuatu yang amat penting dalam dirinya, yakni kebersamaan, hubungan kekeluargaan, dan sosial yang hangat. Jika pengaruh teknologi yang demikian semakin dalam, manusia tidak sadar akan kebutuhan yang sebenarnya. Ibarat orang yang pertama kali tinggal di dekat kandang ayam. Pada minggu pertama tidurnya susah kalaupun bisa hanya satu atau dua jam saja karena bau yang menyengat. Minggu kedua sudah agak biasa menyesuaikan diri dengan bau itu dan pada minggu-minggu selanjutnya sudah terbiasa. Setelah bertahun-tahun tinggal di sana sudah rindu pada bau tersebut, bahkan tidak bisa tidur kalau belum disertai “wewangian” kan-dang ayam. Teknologi yang sedang melanda kehidupan kita sekarang juga ibarat orang yang betah tinggal di samping kandang ayam tadi, saking asyiknya dia tidak sadar bahwa teknologi layar membuat dia terpinggirkan dari sebuah kebutuhan mendasar. Dia hanya berimajinasi sesuai dengan apa yang ditayang-kan televisi, apalagi yang menonton itu adalah anak-anak yang belum mampu membedakan antara yang nyata dan visual.

bahwa ilmu pengetahuan (body of knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi

Kemajuan teknologi merupakan bagian dari konsekuensi modernitas dan upaya eksis-tensi manusia di muka bumi. Oleh karena itu, dampak negatif yang timbul sebagai akibat dari kemajuan teknologi menjadi kewajiban bersama umat manusia untuk mengatasinya. Dengan adanya consciousness (kesadaran) bersama maka kita yakin bahwa generasi mendatang akan lebih smart dan bermartabat.

Teknologi tetap beriringan dengan tumbuhnya perkembangan manusia, semakin hari semakin banyak pembaruan karena tuntutan kebutuhan tantangan zaman. kembali lagi kesadaran diri berperan nih, kita selayaknya paham akan apa sii dari suatu hal yang akan nantinya kita tanam dan kita tuai. Ada hal yang terkadang ketika masuk kedalam keharusan penggunaan teknologi ini, jadi mulai mengakut dan terkadang kita lupa untuk membaur dengan real life. kita dekat dengan teman dan mau mengobrol saja sampai harus untuk chatting padahal jarak yang tdak lebih dari beberapa cm heheh… namun ada hal-hal yang ketika kita memanfaatkan teknologi kita jadi merasa ada yang hilang dan bahkan kurang nendang …

Getaran yang merambat pada setiap jiwa manusia itu tak mampu disampaikan oleh kecanggihan teknologi mana dan apapun.

karena tetap ya, pesan yang di sampaikan langsung oleh manusia ada syarat makna ada hal-hal di dalam jiwa yang tertransfer, kita butuh teknologi tapi kita juga lebih butuh untuk kehadiran manusia yang menciptakan dan memanfaatkan teknologi. Manusia makhluk sosial (zone politikon) yang akan bisa berkembang bila bertemu dan tumbuh bersama dgn manusia lainnya, Manusia butuh bergerak dan perkembangan hangat sesama manusia dgn memanusiakan manusia, karena teknologi merupakan buatan yang akan menteknologikan dan tidak akan menteknologikan manusia yang menjadi manusia.

absurb emang maafkan kekurangan, dan ditunggu tanggapannyaaa.

@Intan Indah Megasari Room

Source : Ngafifi, Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia dalam Perspektif Sosial Budaya

Iklan

Understand

Ketika kita memulai untuk membuka mata, menghirup udara, bergerak, berpijak dan beranjak, ada hal yang tidak bisa kita hindari. Kita membutuhkan organ kita yang di anugrahkan tuhan untuk berfikir dan merasa melalui kinerja otak kita, harfiah seorang manusia memiliki akal dan mampu untuk berfikir. 

Memahami? memulai untuk mengenali dan menjadikannya masuk kedalam diri kita untuk benar-benar mengetahui suatu hal. menjadikannya bagian dalam diri, memulai untuk terbiasa dari yang asalnya asing, terbaca polanya, tingkahnya, dan maknanya.

Saya kaitkan sedikit dengan harfiah manusia di dalam, di dalam Al-Qur’an di jelaskan :

فَٱعۡتَبِرُواْيَـٰٓأُوْلِىٱلۡأَبۡصَـٰرِ

yang artinya, “Maka berpikirlah, wahai orang-orang yang berakal budi” (QS. Al-Hasyr [59]: 2).

أَوَلَمۡيَنظُرُواْفِىمَلَكُوتِٱلسَّمَـٰوَٲتِوَٱلۡأَرۡضِوَمَاخَلَقَٱللَّهُ

“Apakah mereka tidak memperhatikan segala kerajaan di langit dan bumi dan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah” (QS. Al-A’raf [7]: 185).

di dalam kutipan tersebut menunjukkan bahwa kita sebagai manusia diperintahkan untuk berfikir, dimana dalam maksudnya bukan saja logika akal semata yang dijalankan, melainkan ada hal-hal yang berkaitan dengan ibadah yang di jalankan secara beriringan, sehingga perintah untuk berfikir dan memahami mampu untuk menyempurnakan kekuatan kedekatan kita dengan sang pencipta dalam kehidupan keseharian.

Dari proses berfikir ini juga manusia akan menemukan bahwa manusia tidak bisa terbebas bergantung hanya dari selain Allah SWT.

Buya Hamka dalam bukunya Falsafah Hidup menulis, “Agama Islam amat menghormati akal. Karena tidak akan tercapai ilmu kalau tidak ada akal. Sebab itu Islam adalah agama ilmu dan akal.”

kali ini tulisan ini muncul ketika terlintas dari melihat video bertuliskan kata Understand. 

ada kata yang tertulis di video tersebut :

Maybe the reason why they didn’t understand, is because we didn’t explain ourselves clearly. But there are time, in which that may not be the case. Maybe they didn’t understand because they were not yet ready to listen. Maybe they didn’t understand because they didn’t want to listen, and if that could be the case, then why are we forcing them to do something that they’re choosing to avoid. Sometimes we need to realize that it’s not our call; but it’s also important to realize that our need to explain ourselves is not about them; it’s about us. We need to understood, and the belief, is that if people understand us, they won’t leave us, they won’t hurt us; but the truth is, we need to learn to understand ourselves, because the most people don’t #samqurashi

coba yuk kita terjemahin

Mungkin alasan mengapa mereka tidak mengerti, adalah karena kami tidak menjelaskan diri kami dengan jelas. Tetapi ada waktu, di mana itu mungkin tidak terjadi. Mungkin mereka tidak mengerti karena mereka belum siap untuk mendengarkan. Mungkin mereka tidak mengerti karena mereka tidak mau mendengarkan, dan jika itu bisa terjadi, mengapa kita memaksa mereka untuk melakukan sesuatu yang mereka pilih untuk dihindari. Terkadang kita perlu menyadari bahwa itu bukan untuk kita; tetapi penting juga untuk menyadari bahwa kebutuhan kita untuk menjelaskan diri kita sendiri bukan tentang mereka; ini tentang kita. Kita perlu mengerti, dan kepercayaannya adalah bahwa jika orang memahami kita, mereka tidak akan meninggalkan kita, mereka tidak akan menyakiti kita; tetapi kenyataannya adalah, kita perlu belajar untuk memahami diri kita sendiri, karena kebanyakan orang tidak.

sedikit tambahan penulis, kita tidak perlu untuk terus terpaku untuk orang lain yang mengerti kita, kita hanya perlu mengenali diri kita, eksplorasi diri jadilah diri yang sebenar-benarnya dirasa pas untuk diri kita, tak perlu jadi orang lain. Bahkan biarkan diri kita mulai mengenali diri orang-orang tanpa adanya paksaan. Bahwa orang yang benar-benar mencoba melakukan hal sama kelak akan mengenali kita juga, merasa nyaman bersama kita. Kembali lagi kenali diri itu lebih baik dan lebih penting ketimbang kita sibuk mencari angapan seseorang  terhadap kita atau membiarkan berpura-pura untuk alasan yang tak pasti. Bergeraklah biarkan hati nurani yang berbicara dan keyakinan diri yang akan megarahkan.

Memikirkan diri sendiri penting, memikirkan orang lain di sekitar kita juga penting, menjaga alampun penting.  menempatkan diri sesuai dengan situasi dan kondisi. Hargai diri, potensi diri dan potensi orang lain. karena kita hidup berdampingan dan tak mungkin untuk tidak ada saling ketergantungan.

Proses memahami erat kaitannya dengan proses berfikir, kitapun sebagai manusia memiliki tugas untuk berfikir. Berfikirlah dalam keseharian kita karena dari berfikir kemudian memahami kita akan dapat meneguhkan keimanan kita, dan melaksanakan hasil pemikiran kita agar bermanfaat dan meneguhkan karakter pribadi kita.

Intan Indah Megasari

@Intan room

Source tulisan :

Instagram, KBBI

https://www.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2016/10/18/102898/berpikir-amalan-utama-yang-tak-boleh-diabaikan.html

Hai Orang Indonesia, Kamu Tau Indonesia? Part 1

batikln4J

I’m back, saya hadir mencoba untuk kembali menuang tulisan random apa yang saya ingin bahas. kali ini tertarik sama negeri saya sendiri, tempat ku lahir, kecil di besarkan bunda dan Insha Allah sampai ku menutup mata…

Kenapa ingin bahas, karena bulan ini masuk kedalam bulan kemerdekaan Indonesia. Zaman dahulu kita yang belum merdeka itu berjuang dengan tonggak dan bambu runcing untuk bisa mengusir londo-londo, noni belande, dan ncik-ncik jepang. Kalo nyoba dibayangin yaaa… luar biasa bangetkan mereka sampe bisa mengusir orang-orang yang dengan tega menjajah negeri elok ini. Coba bandingin sama yang kita lakukan buat negeri ini? apa sebanding dengan pengorbanan mereka? hei, beda era atuuuh.. ya bedapun apa yang kita beri untuk Negeri ini apa sudah semaksimal mereka?

Ada Quote dari Bapak Presiden Amerika Ke-35, John Fitzgerald Kennedy yang menjabat dari bulan Januari 1961-November 1963.

“Ask not what your country can do for you; ask what you can do for your country”

intinya, coba bagi apa yang bisa kau bagi dalam hidupmu untuk negaramu.

cukup muluk kah? mereka yang mempertaruhkan nyawa untuk Negara ini adalah orang-orang yang mencintai tanah air ini dengan ketulusannya, tanpa pamrihnya, harapan bahwa kelak orang-orang setelahku bisa mempertahankan Negeri ini dengan jauh lebih baik. sebenarnya perjuangan mempertahankan jauh lebih sulit, namun Negeri yang elok ini acapkali memberikan buaian sumber dayanya yang begitu luar biasa banyak dan membuat orang-orang kita lupa bahwa negara ini bukan untuk hanya di pijak, di habiskan sumber dayanya, negeri ini butuh kita yang menjadi kami armada generasi muda yang tak pernah padam gelora semangat untuk mempertahankan, memperjuangkan, membesarkan, mengelola, mengasihi ,dan mendamaikan Indonesia.

hai orang Indonesia yang katanya mengaku Indonesia? apakah benar anda mengetahui tentang keIndonesiaan ini?

Meski tidak secara detail kita tahu tentang Indonesia, sekurang-kurangnya secara garis besar kita wajib mengetahuinya. Misalkan tentang provinsi di Indonesia beserta Ibukotanya, tentang kebudayaannya yang dari sabang hingga merauke  yang menjadikan Indonesia beragam dan multukultural ini pasti kita tidak bisa menghapal persis satu demi satunya. Akan tetapi, apakah salah kita bila Indonesia mempunyai banyak kebudayaan? hal ini memang menyulitkan untuk menguasainya, dan belum tentu kita bisa menjawab dengan baik apa lagi ditanya tentang kebudayaan dari daerah lain. Pengaruh dari era global yang memasuki negeri ini,  perkembangan yang begitu cepat membuat kita disuguhi banyak kebudayaan luar yang membawa nuansa positif dan negatif. Ada beberapa yang menganggap kebudayaan asli Indonesia adalah sesuatu yang terbilang kuno dan lebih bangga dengan budaya orang yang bukan dari negeri kita…. miris… Bila dilihat malah sebenarnya banyak orang asing yang sengaja datang ke Indonesia untuk belajar mengenai kebudayaan kita. tidakkah terbalik? mereka antusias dan kita lalai.

Jangan tunggu setelah diakui, ini salah satu kebiasaan dari masyarakat kita kebudayaan Indonesia itu spesial dan menarik bagi mereka. contoh pagelaran seni atau festival kebudayaan pasti ada saja orang luar yang datang untuk menontonnya. Alih-alih bangga dengan banyaknya kehadiran orang luar yang mempelajari budaya Indonesia, padahal bisa saja sewaktu-waktu menjadi sebuah bumerang yang akan berbalik. Mereka pintar, bisa dengan mudah mengumpulkan informasi dan menguasainya dengan baik. Tinggal apalagi?

Muncullah klaim-klaim negara lain tentang kebudayaan Indonesia yang dirubah pola penamaannya, barulah bangsa ini teriak-teriak berusaha merebut kembali atas pengakuannya. Apakah hanya pengakuan yang dikejar dan lebih mementingkan hal itu ketimbang cara melestarikannya?

Masih ada kesempatan, ada waktu untuk kita merenungi dan mengelorakan aksi, jadilah masyarakat Indonesia yang bijak yang bertindak untuk negeri tercinta ini. Mulailah memahami budaya sekitar kita, karena tak mudah untuk bisa mengenal dan menguasai banyak kebudayaan yang ada di Indonesia. Jika anda orang Bali, lestarikan budaya Bali. jika anda orang Aceh lestarikan budaya Aceh, demikian seterusnya. Masih belum mudah, mulailah untuk mencari pagelaran-pagelaran seni daerahmu usahakan untuk menontonnya, dari usaha untuk mengenalinya rasa suka akan mulai muncul dan berkembang. Intinya kembali ke mengalakan kesadaran, sadar akan apa yang harus dijaga, dilindungi, dilestarikan. Dimulai dari diri sendiri menular ke kerabat dekat, ke usaha mengembangkan, dan sampai mengenalkan kepada khalayak. Jangan ragu jangan malu, karena kalau bukan kita lantas siapa lagi?

Semoga bermanfaat, kutipan ide penuliasan saya ambil dari kilas orasi AHY yang mengingatkan tentang Indonesia dan suara anak-anak zaman tentang kebangsaan kompasianer.

Intan Indah Megasari

@Intan room

3 Agustus 2018

10:19 PM

Source Picture : Google

About Love

Hello, saya Intan… lama tidak menulis. kelak saya akan coba untuk gemar menulis, entah dari apa yang terjadi disekitar dan sekeliling, pendapat random yang ingin terus belajar..

okey, kali ini saya ingin bahas hal randomly lainnya.. sesuai judul bahasan nyaa ni, kenapa tertarik sama bahasan ini? Hmm, karena about love ini setiap orang pasti akan merasakannya, entah cinta sama pencipta, pasangan, orang tua, sahabat, teman, alam atau peliharaan heheh…

Cinta.. cinta kenapa si setiap kehidupan ini dihiasi oleh makna cinta. Banyak dari syair, lagu-lagu, film, sinetron, dagelan, novel, or bahasan dunia tak lepas dari kata c.i.n.t.a. Kalo kita cek ni arti kata cinta ini, menurut wikipedia:

“Sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. Contoh nya adalah pria/laki-laki yang mencintai wanita/perempuan. Contoh Bapak Ivan sebagai laki-laki, mencintai Mama Ivan sebagai perempuan. Cinta juga berarti menyukai atau suka terhadap suatu objek baik itu objek nyata, mau pun tidak nyata.”

okey, ini pandangannya yaa.. sebenernya cinta is undefinition…. why? ini hal yang di rasakan seseorang dan ya bentuknya tak kasat mata alias yang dirasa orang dan orang lainnya bisa saja berbeda, namun mencoba untuk di samakan dari hal ciri-ciri yang dirasa mungkin? tapi dia ini hadir tanpa di duga dan tanpa pemaksaan kehadirannya. mengalun sesuai unsur alam yang hadir didunia. artian jujur saya juga masih belum sepenuhnya paham. penasaran dan ingin coba cari-cari tahu lagi nii.

check this out dari hasil penemuan >>>

cinta ini muncul perlahan dari rasa kekaguman terhadap sesuatu, baik diibaratkan cinta sama Tuhan itu mah engga di sangkal, karena apa yang Tuhan kasih di kehidupan pun sama tidak terelakkannya. oke, kalo sama manusia nii, muncul dari rasa kagum akan suatu perilaku, sikap, kesabarannya dan fitrahnya. mulai-mulai mengamati hal yang menarik perhatian alias ada kecenderungan. Mencintai ini bisa di rasakan alurnyaa, bisa step by step, setiap orang tidak tiba-tiba langsung bisa mencintai. rasa cinta ini sebenarnya bisa di kontrol. hmm, gimana sih?

saya misalkan yaa, bila seseorang merasa bertemu orang yang layak untuk dijadikan pandangan untuk jatuh cinta. rasa ini bisa di logikakan, gimana… gimana? kan kata agnesmo cinta tidak ada logika? ya itu bisa jadi tapi sebenernya bisa orang yang terlalu jauh melangkah dan mendefisinisikan cinta ini dewa kehidupan ada kalanya jadi bisa over dan bisa mematikan juaa.  Cinta berlogika ini ada sangkut pautnya sama akal. kadang kala cinta di eratkan sama yang namanya pacaran dan sebagainya… nah, kalo ttg pacaran no coment ya, soalnya dari pacaran pemaknaan cinta bisa saja jadi kabur alias buta tidak muncul karena rasa yang di pupuk, di paksakan alias di embel-embeli ini itu yang diyakini murni padahal aslinya juga kita belum tahu. nobody don’t know what’s in other human thinking or feeling (kedalaman hati seseorang), makannya cinta tidak semerta-merta. Semisal jadi menodai maknanya karena ada unsur dusta disitu.

Cinta ini hati-hati dan halus, tak usah diungkapkan satu dengan satu lainnya dan membaca hati dengan seenaknya. Cinta adalah menjaga dan menghormatinya. Apakah dari ku memiliki ketertarikan ini bisa dilanjutkan ke program kemuliaan? cintaku bisa diabadikan? bila, di bayangkan cinta itu indah, menyenangkan, dan lain hal yang bikin jatung berdegup… sebab cinta selalu menjebak, dahyat datangnya unik dan engga keliatan. Anda punya hati nurani yang sebenarnya bisa mengetahui hal ini baik atau tidak nya. Kita orang sehat jadi jangan memaksakan, ada kata ragu cari tau belajar menerima atau melepaskan.

bahas dikit tahapan cintanya yaa,

  • Berawal dari rasa kekaguman (Sikap, tutur kata, santun, kedermawanan, dll) ada sanjungan di dalam hati kita.
  • Kecenderungan kepada salah satu unsur yang dikagumi. muncullah kekaguman terhadap kriteria, saya tertarik sama si fulan, karena si fulan A. atau dengan mendengar cerita orang tentang si fulan ini.
  • Memulai untuk mengambil keputusan untuk mencintai. Erat kaitannya kearah yang lebih serius, apakah kedua orang tua setujukah bila ku dengan si fulan? di barengi dengan pertimbangan jangka panjang bagaimana ku dengan si fulan kedepan? apakah dia ada kesinambunganku dengan dunia ini? ketika saya terima dengan segala apa yang ada dengan kekurangan dan kelebihannya. lanjut ke fase,
  • Mengabadikan cinta, ini langkah yang sakral alias sampai jenjang pernikahan. bukan main ini, program keabadian, ada rambu-rambu bila melanggar runtuhlah cinta ini.  satu hal cinta bisa buta, pertimbangkan keridhoannya, wajah, harta, perilaku, dan agamanya. carilah yang mewakili semuanya, ingat wajah akan memudar kecakepan dan kecantikan akan hilang dimakan iring arus waktu, harta seperti roda berputar.

Cinta dengan arah akan membawa arah jua, cinta dengan rasa tulus akan membawa keindahan dan kebahagiaan untuk kehidupan, jadikan cintamu sebagai hal pengejar impianmu, teruslah mencinta jangan biarkan hatimu kosong, namun tau arah melangkah dan pahami dengan logikamu, akalmu. Karena, cinta sejati adalah hal yang akan membimbingmu kearah kesempurnaannya. Perasaan terlalu berharga untuk dicuri atau dipaksakan, Berikan perasaanmu kepada orang yang berhak menerimanya yang sama-sama memperjuangkanmu.

etdah dalemnyeeee…. semoga bermanfaat, hasil tulisan ini saya kutip dari salah satu pandangannya buya yahya.

Intan Indah Megasari

@Intan room

2 Agustus 2018

10:33 PM

Source pict : Pinterest

 

Moving

Awalnya dari iseng seneng nulis, ketak ketik… Bermula keinginan yang laamaaa dari zaman sekolah , baru mulai di Tumblr dan akhirnya entah mengapa tak bisa diakses lh huhuh, moving ke mari… Semoga bisa continue dan bermanfaat.

Hello wordpress mulai saat ini saya akan sering ketak ketik disini. Salam kenal 🙂